Search This Blog

Wednesday, November 7, 2018

Pahlawan-pahlawan di Sekitar Kita





Selamat datang November

Gak terasa kita sudah sampai di kwartal ketiga 2018.  Sudah jelang akhir tahun rupanya.  Waktu begitu cepat berlalu ya teman-teman, sementara pencapaian masih segini-segini aja #tutupmukapakaitampah

Malu banget rasanya masih ngaku blogger nih.  Secara blog ini terakhir diisi 19 Juli lalu.  Boooo… 3 bulan lebih rumah maya ini tak terurus. Ngapain aja memangnya? Gak rempong-rempong amat sih sebenarnya, hanya saja lagi kena virus “M” alias maleeees.  Jadinya semacam gak pengen nulis aja, padahal mah yang mau diceritain buanyak banget.  Ngendon aja tuh didraft yang gak tuntas atau yang paling parah, ya masih dalam ruang imajinasi hihi

Efek malesnya nulis ini juga berimbas pada teman-teman di salah satu grup yang saya ikuti, Be Molulo, grup blogger yang membernya adalah para Blogger Sultra (Sulawesi Tenggara).  Salah satu rule grup adalah setiap bulan, secara bergiliran membernya harus buat trigger post dengan tema tertentu yang kemudian akan ditanggapi oleh member lainnya.  Dan giliran saya sudah jatuh tempo sejak bulan Agustus dong.  Lalu saya belum nulis.  Lalu teman-teman akhirnya gak nulis tanggapan juga.  Lalu saya punya hutang.  Lalu setiap nongol saya ditagih.  Lalu saya malu hati nongol di grup.  Lalu lalu laluuuu pengen nyebur ke lauuuuuuut hahaha

Maafkan ya Be Molulo….

Baiklah. Sebagai bagian dari usaha kembali menjadi blogger yang baik, saya mau nyicil bayar hutang deh.  Kebetulan sekarang sudah masuk bulan November, yang mana sebentar lagi kita akan berjumpa dengan hari pahlawan pada 10 November nanti, maka inilah, saya persembahkan secuil cerita tentang “Pahlawan-pahlawan di sekitar kita”

*****
Well, bicara pahlawan tentunya bicara soal jasa seseorang.  Kita tentunya sama-sama tahu bahwa hari pahlawan ditetapkan untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan yang dulu gugur saat berjuang membela kemerdekaan Indonesia.  Di masa kini, tentunya tak ada lagi yang gugur dalam perang fisik seperti itu.  Di masa kini, perang yang tersaji di depan mata adalah perang status di media sosial atau bahkan putusnya pertemanan hanya karena perbedaan sudut pandang terhadap sesuatu, seperti politik, agama, suku dll.  

Sedih….

Iya.  Saya sedih mendapati kenyataan ini.

Saya rindu masa-masa kita berbicara dalam damai.  Berteman tanpa memandang latar belakang SARA, saling berkunjung, saling menolong, saling mengingatkan.  Berbicara dalam satu nafas, satu hati, satu semangat yang sama, INDONESIA.

Nah, sebelum ngelantur lebih jauh, mari kita lanjut soal pahlawan saja.  Jadi, menurut saya pahlawan masa kini adalah mereka yang bekerja untuk orang banyak.  Mereka yang menyisihkan waktu, tenaga bahkan pikirannya untuk kebaikan orang lain.  Mereka yang tidak egois.  Mereka yang tulus berbuat untuk sesama. Bisa jadi karena tugas, bisa jadi juga karena panggilan hati.  Apapun alasannya, tapi mereka benar-benar ada untuk orang lain.    

Siapa dong contohnya?

Banyak.  
Banyak sekali.  
Coba kita intip beberapa ya

Relawan Kemanusiaan

Indonesia adalah negeri indah permai yang berada dalam lingkaran cincin api.  Anugrah dan bencana rasanya bercampur aduk di negeri ini.  Kekayaan alam yang melimpah, keindahan gunung dan lautnya, keelokan panorama perbukitan, tanah yang subur adalah sebagian kecil anugerah indah Indonesia.  Di sisi lain, bencana juga sangat rawan hadir.  Gunung meletus, gempa bumi, Tsunami dll rasanya cukup sering kita dengar.

Para Relawan kemanusiaan di Palu.  Foto : doc.Sekolah Relawan
Saat bencana datang, lihatlah siapa yang berada di garis depan untuk membantu para korban.  Mereka adalah para relawan.  Barisan orang-orang yang siaga setiap saat, yang langsung turun terjun ke lapangan untuk mengulurkan bantuan. Bahkan saat orang lain masih tehenyak kaget.  Dan umumnya, para relawan kemanusiaan ini akan menolong tanpa sekat, bekerja tanpa pamrih.

Petugas Kebersihan

Sadar gak sih kalau kita ini adalah penghasil sampah.  Setiap hari, kita mengotori bumi dengan aneka bungkus makanan, kemasan plastik bekas detergent, minyak goreng dan sejenisnya, kulit buah, sisa sayuran dan masih banyak lagi.  



Berapa banyak dari kita yang mengolah sampah itu sendiri?
Rasanya tak banyak.  Selebihnya, yang sadar kebersihan ya buang ke tempat sampah. Yang bebal dan cuek, buang aja sembarangan.  Baik sampah yang di tempat sampah maupun yang berserakan di jalanan dan temapt umum lainnya itu kemudian harus dibereskan juga to.  Di sinilah para petugas kebersihan berperan.  Di komplek perumahan saya misalnya, sekali seminggu ada mobil pengangkut sampah yang akan mengumpulkan sampah rumah tangga dan membawanya ke TPA (tempat Pembuangan Akhir).  Lingkungan kita jadi bersih dan bebas dari bau sampah.

Jadi, merekalah pahlawan kebersihan kita :)

Petugas transportasi

Buat saya, mereka juga pahlawan lho, yang kadang tak kita sadari.  Pilot, nahkoda, supir angkot, tukang ojek, petugas tol, masinis dll, mereka adalah orang-orang yang bekerja mengantarkan orang lain berpindah dari tempat yang satu ke tempat lainnya.  Bahkan tak jarang mereka tetap bekerja saat orang-orang berlibur. Jadi, mereka pantas disebut pahlawan, khan?

Berbagi cerita baik untuk generasi penerus yang baik, bisa jadi satu bentuk kegiatan kepahlawanan


Pegiat pendidikan

Pahlwan tanpa tanda jasa.  Julukan itu disematkan pada para guru.  Masa kini guru bukanlah hanya mereka yang mengajar di sekolah formal.  Lembaga pendidikan non formal, kelas-kelas workshop, pelatihan keterampilan, kursus-kursus semua pasti bertujuan memberi bekal pengetahuan dan keterampilan yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa.  Maka, tanpa ragu lagi saya menyebut mereka yang berada di belakang layar alias para tenaga pengajar, penggagas dan semua yang terlibat adalah pahlawan pendidikan.
Seorang guru yang tengah mengais buku-buku di antara reruntuhan sekolah akibat gempa bumi.  Foto : doc SR
 
Tenaga Kesehatan

Suatu hari, sekitar pukul 1 tengah malam, saya terpaksa harus membawa Prema ke Rumah Sakit terdekat.  Kala itu panas badannya mencapai 41 dercel. Panas yang terus naik turun selama 3 hari dan malam itu puncaknya.  Bahkan setelah saya beri obat penurun panaspun, tubuhnya seperti tak merespon.

Ke Rumah Sakit jam segitu, saat orang-orang sedang terlelap tidur dan terbuai mimpi.  Jalanan begitu lengang.  Tapi, masuk ruang UGD, saya mendapati kesibukan luarbiasa di sana.  Ada para tenaga kesehatan yang berjibaku memberi pertolongan pada pasien yang datang.  Mereka yang rela menukar waktu tidurnya demi kesembuhan orang lain.

Bukan hanya sekali dua kali saya berurusan dengan Rumah Sakit di jam-jam yang tak biasa.  Saya melihat bagaimana para petugas ini menahan kantuk, menahan dingin yang mengigit. Meninggalkan keluarga tercintanya di rumah.

Bukankah mereka pantas disebut pahlawan?

Para pahlawan olahraga

Masih lekat tentunya dalam ingatan kita, event Asian Games dan Asian Para Games.  Keduanya ditutup dengan prestasi gemilang yang dipersembahkan oleh para atlet.  Perolehan medali yang melesat jauh melampui target.  Membawa Indonesia ke peringkat tak terduga dan layak diperhitungkan dalam kancah olahraga internasional.
 
Tim Basket Indonesia pada Asian Para Games
Asian Para Games apalagi.  Duh, setiap pertandingan membuat hati saya hangat sekaligus gerimis.  Melihat para atlet disabilitas dengan semangat membara, tak kenal menyerah dan putus asa, meski mereka memiliki keterbatasan.  Menjadi #ParaInspirasi yang #lampauibatas.  Saya benar-benar dibuat malu saat menonton beberapa pertandingan.  Malu jika masih malas, malu jika masih banyak mengeluh, malu karena terlalu banyak menuntut.  

Ya, mereka adalah pahlawan masa kini.

Kamu, Aku, Kita

Kamu gak salah baca kok.  Ini beneran.  Kamu.  Iya, kamu.  Aku.  Kita semua.

Kita semua bisa menjadi pahlawan.  Kita semua adalah pahlawan.  Selama kita masih punya semangat untuk terus bergerak maju, berbagi dan menebar manfaat, maka kita adalah pahlawan.  Orang tua adalah pahlawan untuk anak-anaknya.  Kamu adalah pahlawan untuk keluarga.  Kamu adalah pahlawan untuk sesama. Minimal,  Kamu adalah pahlawan untuk diri sendiri.  


******

Itu dia.  Pahlawan-pahlawan versi saya.  Tentunya masih banyak pahlawan dari bidang profesi lainnya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.  Apapun itu, semoga semangat kepahlawanan ini tumbuh dalam diri kita semua. Untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, untuk Indonesia damai selamanya.

Jadi, siapa pahlawan versimu?
Cerita yuk!

Salam
Arni


Note :
Kecup sayang buat kawan-kawan Be Molulo.  Maaf ya trigger postnya telat pakai banget hehe





1 comment:

  1. Huaaaa, sudah lengkapmi ini rekapan Pahlawan nya, Mak.

    Siapa ya pahlawan versiku? *mikir keras untuk balaa triggernya ini

    ReplyDelete