Thursday, December 29, 2022

Belajar Parenting Dari Pernikahan Kaesang Erina

 


“Waktu mas Gibran nikah, foto keluarga bagus-bagus. Waktu mbak Ayang nikah, foto keluarga bagus-bagus. Waktu saya nikah, foto keluarga ada bocil pake kutang doang,”

Agak telat mungkin bahas ini ya.  Kaesang – Erina juga udah lagi pada honeymoon dan kembali beraktivitas normal seperti biasa, tapi meme seputar pernikahannya masih saja beredar. Orang Indonesia memang suka yang seru-seru lucu. Kali ini yang akan saya bahas adalah tentang para cucu Presiden Joko Widodo dalam rangkaian upacara pernikahan itu.

Tingkah menggemaskan para cucu ini menjadi perhatian netizen. Beragam komentar hadir menyaksikan anak-anak ini.  Mulai dari yang paling kalem Jan Ethes, yang sopan dan selalu ceria Sedah Mirah, yang manis dan lembut La lembah hingga yang paling heboh, siapa lagi kalau bukan Al Nahyan. Sebenarnya ada satu lagi, adik dari Al Nahyan. Tapi karena masih bayi, jadinya masih dipercayakan ke pengasuh selama rangkaian upacara mant enan ini.  Seru sekali melihat anak-anak ini mengikuti rangkaian upacara pernikahan pamannya dan tetap menjadi diri sendiri, tanpa kekakuan atau terikat protokoler kepresidenan yang ketat.

Anak-anak itu sedang menikmati masa kecilnya.  

Oke, sebelum lanjut bahas ke parenting, mari berkenalan dulu dengan anak-anak lucu ini satu persatu, yuk! Nama-namanya unik banget lho.

Cucu pertama, Jan Ethes Srinarendra

Lahir tahun 2016 dari pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda.  Nama Jan Ethes Srinarendra adalah pemberian Mbah Kakungnya, Joko Widodo. Jan berarti sangat. Ethes berarti cekatan.  Srinarendra berari pemimpin yang cerdas. Jadi singkatnya nama ini berarti pemimpin yang sangat cerdas dan cekatan.

Saya paling suka melihat mata Jan Ethes. Tampak cemerlang. Ekspresinya juga terlihat kalem namun tetap tegas. Cara berbicaranya yang singkat dan to the point, mirip banget dengan Mbah owi dan bapaknya. Sebagai cucu tertua, Jan Ethes terlihat ngemong sekali ke adik-adiknya. Di pernikahan Kaesang, malah sempat tampil ala-ala jubir. Keren banget.


Jan Ethes dan Sedah Mirah menghadapi wartawan


Cucu Kedua, Sedah Mirah Nasution

Adalah putri pertama dari Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution yang lahir di tahun 2018.  Sedah Mirah adalah sebuah nama yang teriring doa semoga menjadi anak yang menawan, soleha dan dermawan bagi orang-orang sekitarnya. Dalam beberapa kesempatan terekam putri cantik ini akrab dengan kakak sepupunya Jan Ethes. Bahkan  dalam pernikahan Kaesang, mereka berdua didapuk sebagai pembaca cincin pernikahan.

Cucu Ketiga, La lembah Manah

Anak kedua Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda ini lahir pada tahun 2019. Saat ditanyakan arti nama La Lembah Manah, Gibran menjelaskan, arti nama anak keduanya ini adalah rendah hati. "Depannya ada La. La itu singkatan dari lembut anakku, luwes anakku, lomo anakku," (Kompas, 2022)

Nama La Lembah Manah juga disebut-sebut memiliki makna keberuntungan, sosok yang menarik perhatian dengan kepribadian lembut, suka hidup damai, penuh harmoni dan mampu berhubungan baik dengan sesama.

Cucu Keempat, Panembahan Al Nahyan Nasution

Nah ini dia bintangnya dalam acara nikahan Kaesang – Erina. Putra Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution ini lahir di tahun 2020. Tingkahnya selama prosesi pernikahan Kaesang sangat menggemaskan dan mencuri perhatian.

Mulai dari tidak ikut memakai beskap seragam keluarga, membawa pedang mainan hingga sibuk ngedot di depan para tamu. Dalam beberapa momen Panembahan Al Nahyan tampak cuek malah memilih memakai baju kemeja dan kaus, serta celana yang dipadukan sneakers. Lantas, ia pun menjadi sorotan karena sangat berbeda. Bahkan di acara tasyakuran terakhir pun Panembahan Al Nahyan mengenakan baju kaus berwarna putih yang bergambar Mickey Mouse hingga sepatu dengan gambar yang sama.

Semua tingkahnya mencuri perhatian publik.  Menjadi trending di media sosial, dimana warganet melihat ini sebagai sesuatu yang natural. Khas anak-anak.  Tweet Kaesang yang saya tampilkan di pembuka artikel ini terbaca sebagai sesuatu yang lucu, santai dan hiburan semata. Bukan kemarahan atau kekecewaan yang serius.



Cucu Kelima, Panembahan Al Saud Nasution

Yang paling muda ini baru saja lahir Agustus 2022, karena itu saat pernikahan Kaesang – Erina masih belum disertakan hadir dalam berbagai prosesi. Merupakan anak ketiga dari pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Itulah lima cucu Presiden Joko Widodo untuk sementara ini. Semoga kelak bertambah lagi dengan cucu-cucu berikutnya terutama dari pengantin baru Kaesang dan Erina.


Authoritative parenting,  Pola Pengasuhan Para Cucu Presiden

 

Sebagai bagian dari netizen yang hanya bisa melihat dari luar, dari acara pernikahan Kaesang  - Erina ini saya melihat pola pengasuhan yang menarik. Acara pernikahan tetap berjalan dengan khidmat  meskipun anak-anak hadir dengan polahnya sendiri. Justru menjadikan acara berlangsung hangat dan sangat kekeluargaan.

Tanggapan netizen pun sebagian besar positif dan memberi dukungan. Acara tetap berlangsung nyaman dan lancar.  Bukan hanya Al Nahyan yang tampil lucu, Jan Ethes dan Sedah Mirah pun tak kurang menarik perhatian.  Terlibat dalam acara sakral dengan runtutan adat yang lengkap tak menjadikan anak-anak ini terkekang dan kaku.

Pola pengasuhan ini dikenal sebagai Authoritative parenting  dimana orang tua tetap memiliki aturan untuk anak, namun masih bisa dinegosiasikan dan fleksibel. Orang tua mengacu pada mana yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan si kecil. Memberi kebebasan namun tetap terkontrol sehingga anak tetap bisa tampil apa adanya, bebas mengeksplorasi diri dan sekitarnya dengan tetap dalam koridor batasan dari orang tua.

Kelebihan pola ini, anak berpotensi tumbuh menjadi anak yang kreatif, disiplin, terbuka dan bertanggung jawab.  Bisa dilihat dari apa yang tampil di depan kita melalui tingkah laku menggemaskan Jan Ethes, Sedah Mirah, La Lembah dan tentunya Al Nahyan.



Tak terlihat wajah-wajah marah atau kecewa dari orang tua, Mbah Jokowi maupun Mbah Putri, paman  bibi bahkan para Paspampres (ya iya lah… mana berani para Paspampres marah. Cucu Presiden gaeeees hahaha). Ketika Jan Ethes tampil bak pemimpin, Sedah Mirah menjadi penerima tamu yang baik dan sopan, semua berlangsung sangat natural. Bahkan menjadi penyegar acara.  Apalagi saat Al Nahyan sudah muncul, alih-alih rusuh suasana justru menjadi hangat dan bahagia.

Bagian yang juga tak kalah menarik adalah hubungan kekeluargaan anak-anak ini.  Meski Jan Ethes tinggal di Solo bersama Ayah Ibunya dan Sedah Mirah di Medan bersama orang tuanya, tak menjadikan mereka canggung saat bertemu. Benar-benar terlihat sebagai kakak adik yang sangat akrab satu sama lain. Senang sekali melihatnya.

Baca juga : Mengenalkan Anak Dengan Keluarga Besar

Hasil tangkapan layar beberapa komentar warganet


Pengenalan Adat Budaya Sejak Dini

Pernikahan Kaesang – Erina berlangsung dalam rangkain adat Jawa yang sangat kental.  Mulai dari acara Pasang Tarub, Bleketepe, Tuwuhan, Siraman, Sadean Dawet, Bopongan, Midodareni hingga Akad Nikah dan Ngunduh Mantu semua sangat kental dengan filosofi dalam balutan adat Jawa.

Kalau biasanya anak-anak “dijauhkan” dari acara-acara seperti ini dengan alasan agar tak  mengganggu  sakral dan khidmatnya acara, dalam prosesi pernikahan Kaesang – Erina hal ini justru tidak terjadi.  Jan Ethes dan adik-adik justru dihadirkan dan tetap menjadi diri sendiri.  Di sini mereka menyaksikan dan menjadi bagian dari setiap prosesi yang berlangsung.

Melihat ini, rasanya saya menangkap pesan bahwa pengenalan budaya Indonesia yang luar biasa ini memang sebaiknya dilakukan sejak dini. Menjadi bagian upacara membuat mereka bangga dan mengenal langsung  rangkaian acara adat.  Meski mungkin belum terlalu mengerti , tapi setidaknya mereka tahu bahwa upacara adat itu adalah sesuatu yang indah dan membawa kebahagiaan.

Bayangkan jika yang terjadi sebaliknya.  Saat acara berlangsung langkah mereka dibatasi, tak boleh masuk, atau bahkan sengaja dibawa menjauh, bisa jadi yang terpatri di benaknya adalah kegiatan adat budaya tidak ramah anak. Membuat mereka terkekang, tak bisa bermain atau tampil apa adanya. Bisa jadi ke depannya malah berlanjut menjadi tidak menyukai acara-acara yang berbau budaya. Tentunya hal ini tidak kita inginkan.

Indonesia negara yang luar biasa kaya dengan keragaman budaya. Mengenalkan budaya bangsa ini mendorong anak untuk tidak mudah terpengaruh oleh segala hal yang bisa memecah belah bangsanya.  menumbuhkan kesadaran dalam dirinya agar lebih mencintai bangsa dan negaranya. Mengenalkan budaya ini juga bisa membuat anak lebih menghargai keberagaman budaya yang ada di sekitarnya. Anak yang telah mengenal perbedaan budaya dengan baik, mereka akan lebih menghargai segala perbedaan yang ada di sekitarnya. Anak juga bakal lebih menghormati dan merasa simpati maupun empati terhadap orang lain di sekitarnya.

Banyak cara mengenalkan budaya ke anak. Bisa lewat buku, kuliner, menyaksikan pertunjukan budaya, berkunjung ke tempat-tempat bersejarah seperti museum, candi dan sejenisnya.  Juga dengan melibatkannya dalam rangkaian upacara-upacara budaya seperti acara pernikahan,  pawai budaya dll. Bisa juga dengan memasukkannya ke sanggar-sanggar seni  budaya tradisional untuk belajar langsung bermain musik tradisional, menari, dll.

Menarik ya pola asuh yang diterapkan keluarga besar ini? Bagaimana menurut teman-teman?

 

Salam

Arni

 

 

0 comments:

Post a Comment