Search This Blog

Friday, February 2, 2018

Dongeng Ajaib, Karena Setiap Anak Adalah Keajaiban



Judul buku : Dongeng Ajaib
Penulis    : Nina Samidi, Taqarrabie, Tantri Suryokusumo, Fanny Rofalina, Rama Safrai, Vassilisa Agata, Kurnia Yuniarsih, Dandi Ukulele, Ratih Soe, Hikmawan Ali Nova, Arnellis, Irine Helmiani, Mochamad Ariyo Faridh Zidni
Ilustrasi   : Hanif Roihan, Jackson, Herlina Widyastuti, Novel Varius Rizal, Aria Nindita, Gery Adams, David Kristian Thio, Tjhang Tina, Hilman Makhluf
Penerbit     : Noura
Tahun         : 2017
Jumlah Halaman : 115


*****


“Cermin ini memang menunjukkan dirimu apa adanya.  Cermin ini tidak mengabulkan keinginanmu, tapi cermin ini menunjukkan kamu sudah memiliki apa yang kamu cari!”

(Dongeng  Ajaib, hal. 55)


Petikan kalimat di atas hanyalah satu diantara sekian banyak kalimat indah dalam buku “Dongeng Ajaib” yang akhir-akhir ini bolak balik menemani siang dan malam jelang tidur kami di rumah.  Prema, Cah bagus saya sampai hapal semua ceritanya.  Meski begitu, tetap saja tak bosan dia mengulang membacanya atau meminta saya  membacakannya sebagai syarat pengantar tidur.


Sejak pertama kali  launching pada gelaran Festival Dongeng Internasional Indonesia,  4 dan 5 November 2017 lalu, saya sudah penasaran pengen memilikinya, melengkapi koleksi buku-buku cerita Prema.  Baru kesampaiannya beberapa waktu kemudian, lewat perantara Kak Nia, salah satu penulis cerita di buku ini.  Begitu tiba di tangan, langsung buka dan jadi sahabat baik.


Cerita-cerita dalam buku ini, hampir semuanya sudah dipentaskan dalam bentuk dongeng langsung pada gelaran yang sama.  Dibawakan dengan sangat menarik dalam tutur langsung, gerak dan lagu oleh kakak-kakak pendongeng yang mengisi panggung selama 2 hari tersebut.  Prema yang full mengikuti acara itu jadinya sudah memiliki gambaran isi cerita dalam buku ini, bahkan sebelum membukanya.






Disinilah serunya.  Buat anak-anak, mengetahui jalannya sebuah cerita sebelum dibacakan itu adalah prestasi.  Ada kebahagiaan dan kebanggaan yang terpancar di binary mata mereka ketika mereka sudah bisa menebak ending cerita atau bahkan membuat cerita baru sesuai imajinasinya dengan tokoh-tokoh dan pendahuluan yang sama dengan bacaannya.


Ajaib.  Ya, ruang imajinasi itu ajaib.  Apalagi ketika itu adalah imajinasi anak-anak.

Mungkin alasan inilah juga yang melatarbelakangi mengapa buku ini diberi judul “Cerita Ajaib”.  Mungkin juga untuk menghadirkan keajaiban-keajaiban yang indah penuh pesan moral kebaikan yang disampaikan dengan manis tanpa terkesan menggurui atau memerintah.


Ada banyak alasan kenapa buku ini sangat layak jadi koleksi.  Ini beberapa diantaranya :

Terdiri dari banyak cerita



Namanya anak-anak, gak bakal betah deh baca cerita yang panjang-panjang dengan satu tema yang sama.  Nah, Cerita Ajaib adalah kumpulan 13 cerita seru yang masing-masing punya kisah sendiri.  Cerita yang diangkatpun adalah kejadian-kejadian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan dan menyesuaikan dengan daya imajinasi anak.  Beberapa cerita yang diangkat dalam buku ini antara lain Kupu-kupu Saputangan, Naga Merah dan Penjual Korek Api, Momo Mencari Tutul, Kancil Jadi Harimau dan lain-lain.

 

Kisah-kisah fabel, menjadikan hewan sebagai tokoh utama dalam cerita dengan watak, daya pikir dan tingkah laku seperti manusia mendominasi cerita yang dihadirkan dalam buku ini.  Buat anak-anak, tentu saja ini menarik.  Membayangkan hewan-hewan yang berinteraksi seperti kita, bisa marah, ceria, ngambek, suka menolong, galak dan seterusnya sudah menjadi daya tarik tersendiri buat mereka.  


Ilustrasi Menarik dan Penuh Warna



“Ibu, lihat deh, Raka nonton film.  Kayak lagi di bioskop ya,” Kata Prema menunjuk salah satu gambar dalam kisah Raka di Kampung Liliput


“Hahaha… ini pasti karena larinya terlalu kencang ya bu, makanya Lula sampai mangap gitu,” lain waktu Prema komen melihat gambar Lula dalam kisah Sepatu Ajaib.






Iya.  Cerita Ajaib memang dilengkapi dengan gambar-gambar ilustrasi yang keren.  Penuh warna dan pastinya merangsang imajinasi anak.  Prema saja akan berhenti membaca lebih lama di lembar-lembar bergambar.  Setelah membaca ceritanya, dia akan mengamati gambarnya lalu membahas kesesuaian dengan cerita.  Kadang-kadang malah membuat cerita baru dan terbahak sendiri.  Membaca kisah-kisah dalam buku ini menjadi sangat menyenangkan.


Pesan Moral yang Kuat



Membaca cerita anak tentunya bukan sekedar hiburan atau cerita pengantar tidur.  Menitipkan pesan kebaikan dan penuh manfaat adalah bagian terbaik setelah membaca.  Contoh sikap rendah hati, menerima diri apa adanya, persahabatan, tolong menolong, saling menghargai, menjaga lingkungan,pengorbanan adalah nilai dasar yang paling bisa dipetik saat membacakan cerita untuk anak.

Cerita Ajaib hadir dengan pesan-pesan moral itu.


“…. Selalu ada alasan mengapa makhluk yang berbeda ditempatkan-Nya di satu tempat.”

(Dongeng Ajaib, hal 27)


“….menjadi terkenal hanya kebahagiaan sesaat.”

(Dongeng Ajaib, hal 47)


Saya menikmati membaca kisah-kisah ini.  Setiap kali membaca sebuah cerita, selalu ada kesempatan menyelipkan nasehat kepada Prema.  Tak jarang Prema malah menyimpulkan sendiri apa pesan moral yang dapat dipetik dari cerita yang baru saja dibacakan.




Di lain waktu, kami membaca bersama.  Setelahnya buku ditutup lalu Prema akan menceritakan kembali kisah yang baru dibaca dengan bahasanya sendiri.  Lengkap dengan pesan moralnya.


Ibu, ini rajanya serakah ya.  Dia tidak menghargai makanan.  Kasian khan makanan yang sudah dimasak trus dibuang-buang begitu.  Prema gak mau seperti Raja Jo.  Prema mau makan apa saja yang Ibu masak, gak mau pilih-pilih makanan.  Nanti Ibu masak yang enak yaaaa,” Kata Prema usai membaca kisah Raja Jo dalam Makanan Terenak Sedunia.


Wew tetap ya, ada pesan sponsornya. Ibu diminta masak yang enak.  Ya ya, artinya Ibu harus lebih semangat berkreasi di dapur supaya bisa menghidangkan makanan enak hahaha.


Nah, Ayah Bunda tunggu apalagi.  Butuh bahan bacaan baru buat si kecil.  Cerita Ajaib bisa jadi pilihan yang tepat.  Dapatkan segera di toko-toko buku terdekat ya.  Jangan lupa ajak anak bercerita setiap hari.  Karena setiap anak kaya imajinasi.  Setiap anak adalah keajaiban.


Ayo dongeng ayo cerita

Kisah dulu atau baru

Ayo dongeng ayo cerita

Hikayat seru lucu dan haru

Ayo dongeng Ayo cerita

Ayo dongeng Ayo cerita

Aku Kamu Kita

(Soundtrack Ayo Dongeng)

  
Selamat membaca




Salam

Arni

5 comments:

  1. Premaaaa, pintar kamu Nak.
    Biar Ibu makin rajin di dapur ya, masak ini itu, uhuuuiii.
    Jadi pengen baca bukunya juga Kak. Tp ini Faraz masih belum betahan klo diajak baca, masih suka lompat2 minta baca cerita yg ada, hihihih

    ReplyDelete
  2. mau duduk di samping ah biar di dongengin sama mbak arni hahaha

    ReplyDelete
  3. Duh jadi pengen beli buat anak-anak, saya suka kehabisan ide cerita, sementara tiap malam ditagih suruh ngedongeng, hiks

    ReplyDelete
  4. Aku suka buku yang ilustrasinya gede2 jelas gtu. Lumayan jg ya isinya 13 dongeng ntr dua minggu sekali cerita pengantar bobonya ganti hehe TFS

    ReplyDelete
  5. bagus ya Mbak. jadi pingin nyari juga bukunya

    ReplyDelete