Search This Blog

Wednesday, March 28, 2018

Piring GIzi Seimbang Untuk Kesehatan Keluarga


“Sayurnya dimakan juga, ya!” kalimat yang sama terus terulang di meja makan keluarga kami sejak dulu.  Kalimat yang terus diucapkan Ibu, setiap saya dan adik siap menyantap masakan Ibu.  Setelahnya tak lupa Ibu juga menyiapkan buah potong dan segelas susu sebagai pelengkap sajian pagi sebelum kami berangkat ke Sekolah.

Ya, dulu Ibu begitu telaten menyiapkan sarapan agar kami memiliki cukup energi untuk beraktivitas seharian. Begitupun makan siang dan makan malamnya  4 sehat 5 sempurna, begitu nama pola makan yang diterapkan Ibu.  Selalu ada sayuran, yang biasanya adalah hasil kebun dari tangan dingin Bapak mengolah sebidang tanah di samping rumah, ada sumber protein dari telur atau daging ayam, hasil ternak Bapak juga.  Atau kadang protein bersumber dari ikan laut segar, yang memang cukup murah dan mudah di Kendari.  Lalu aneka buah, tetap saja panen dari kebun, jenisnya ya tergantung hasil panen dan musimnya.  Rambutan, mangga, duku, nenas, pisang dll.  Tak lupa, Ibu melengkapi kami dengan susu.

Sekarang saya sudah menjadi ibu.  Sejak memiliki Prema 8 tahun lalu, saya bertekad memberikan asupan makan terbaik untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.   Sewaktu masih bayi, setiapkali membuat bubur sebisa mungkin saya lengkapi dengan sayur dan lauk pauk.  Saya berusaha memberikan makanan dengan kandungan karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral-mineral penting lainnya dalam jumlah cukup.

Membaca banyak referensi, saya kemudian mengetahui bahwa pola makan terbaik bukan lagi 4 sehat 5 sempurna, tapi pola makan gizi seimbang. 

Yuk, Berkenalan dengan Pola Makan Gizi Seimbang


Pola makan gizi seimbang adalah mengatur porsi dan komposisi isian piring agar kandungan gizinya seimbang sesuai kebutuhan tubuh kita.  Adapun komposisinya adalah sebagai berikut :



·         15 % protein hewani.  Sumbernya bisa dari daging sapi, daging ayam, telur, ikan, dll
·         35 % karbohidrat.  Sumbernya bisa nasi, roti, mie, jagung, kentang, singkong, ubi dll
·         35 % sayuran.  Sebisa mungkin sayuran bermacam-macam dan aneka warna, karena setiap warna merupakan sumber vitamin yang berbeda
·         15 % buah.  Sama seperti sayuran, buah sebaiknya beraneka jenis dan warnanya.

Lho, kok gak ada susu?

Berbeda dengan pola 4 sehat 5 sempurna yang menyertakan susu sebagai pelengkap komposisi makanan, maka dalam pola makan gizi seimbang susu tidak wajib dikonsumsi.  Ini karena protein, lemak maupun kalsium yang terdapat dalam susu sudah terlengkapi dari protein hewani seperti ayam, daging, telur dan lain-lain. 

Jadi apakah tidak perlu minum susu?

Bukan seperti itu itu juga sih.  Susu bisa dikonsumsi sebagai makanan tambahan.  Artinya, minum susu bagus, tanpa susupun tak apa-apa, selama kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dari jenis makanan yang lain.

Sejak mengetahui pola makan yang baik berdasarkan gizi seimbang, saya berusaha menyajikan makanan terbaik untuk keluarga tercinta.  Sebisa mungkin, sajian menu yang saya masak setiap harinya mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, serat dan mineral lainnya.  Minimal, selalu ada satu jenis sayuran dan satu jenis lauk serta beberapa potong buah sebagai pendamping nasi atau karbohidrat lainnya.

Pun, saya  berusaha menyajikan menu yang tak melulu mengandung karbohidrat.  Misalnya, nasi sebaiknya tak bertemu dengan mie atau perkedel kentang.  Rasanya sih memang enak ya, tapi jadinya double bahkan triple carbohidrat deh.  Apa kabar hidup sehat?

Jadi, sayur wajib ada. Sumber protein juga wajib ada.  Buah sebisa mungkin tersedia. 

Syukurnya, Prema bukan tipe pemilih dalam hal makanan.  Selama tidak pedas dan alot, Prema akan makan dengan lahap.  Pernah sih, dulu, sewaktu berusia sekitar setahun, Prema agak picky eater.  Setiap makan selalu penuh drama.  Mulai dari mingkem sampai melepeh makanan.  Tapi itu hanya sementara, kok.  Seiring berjalannya waktu, makin kesini Prema makin menyukai sayuran.

Sedangkan untuk proteinnya, ayam adalah salah satu favorit di rumah kami.  Dalam seminggu, saya bisa menyajikan olahan ayam hingga 3 atau 4 kali.  Tentunya dimasak dengan aneka resep yang berbeda-beda, agar tak bosan.  Mulai dari ayam kecap, betutu, asam manis, opor, nugget dan lain-lain. 

Dulu, setiap ingin masak ayam saya harus pagi-pagi ke tukang sayur depan komplek perumahan, untuk membeli ayam potong segar.  Karena kalau kesiangan bisa kehabisan.  Atau bersabar dirumah menunggu tukang ayam keliling lewat.  Yang ini juga untung-untungan, karena di komplek perumahan kami, lokasi rumah saya cukup jauh masuk ke dalam.  Sehingga biasanya menjadi urutan terakhir yang dikunjungi para pedagan keliling, termasuk tukang ayam.  Selain datangnya lebih siang, daging ayam yang tersedia biasanya sudah sisa pilihan para pembeli sebelumnya.  Hiks

Ini baru urusan ayam segar.  Belum lagi kalau tiba-tiba pengen makan olahan ayam di malam hari, atau ada tamu dadakan yang bertandang di saat waktu makan. Fyi, ini cukup sering terjadi di rumah kami.  Sudah biasa.  Artinya saya harus selalu punya stock bahan makanan siap olah di kulkas.

Itulah sebabnya saya bahagia sekali ketika suatu hari saat berbelanja bulanan di supermarket, saya menemukan aneka produk SO GOOD dalam produk bahan makanan bekunya.  Mulai dari SO GOOD siap olah sampai SO GOOD siap masak.  Tanpa ragu, saya mulai menyimpan stock product SO GOOD dirumah.

Lho, bukannya yang segar lebih baik?

Iya.  Yang segar tentu saja baik.  SO GOOD memang makanan kemasan.  Tapi, SO GOOD dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi yang kesegarannya terjamin.  Karena itu, saya tak ragu mengolah dan menyajikannya sebagai sumber protein di rumah kami.


Beberapa alasan saya memilih SO GOOD adalah :
·      Ayam potong SO GOOD dipelihara dengan baik di peternakan modern dan  berasal dari bibit ayam pilihan
·      Ayam potong SO GOOD tumbuh sehat tanpa suntikan hormon
·      SO GOOD siap olah, setelah dipotong langsung dibersihkan dan dibekukan sempurna dengan teknologi IQF (Individually Quick Frozen)selama 45 menit pada suhu -35 derajat celcius, sehingga menjamin kualitas dan kesegarannya. 
·      SO GOOD siap olah sangat praktis, ayam sudah dipotongpotong, tinggal dimasak tanpa perlu dicuci lagi.  Sangat cocok untuk masak-masak dadakan
·      SO GOOD siap masak, jauh lebih praktis lagi.  Telah melewati proses pemasakan pada suhu 170 derajat celcius sehingga beku sempurna dan terjaga aroma, rasa dan kesegarannya.  Beberapa produk SO GOOD siap masak antara lain Nugget, Chicken wing, dll.

     Salah satu menu favorit di keluarga kami adalah SO GOOD siap masak berupa Chicken Wing berbumbu.  Sangat praktis, cukup digoreng saja, bumbunya sudah meresap sampai ke serat dagingnya.  Namun, karena rasanya agak pedas, untuk Prema biasanya saya olah lagi menjadi ayam kecap.  Resepnya sangat mudah 



    
    Bahan:  
    Sayap ayam SO GOOD
    1 siung Bawang bombay ukuran sedang
    2 siung bawang putih
    3 sdm kecap manis
    2 sdt saus tiram

    Cara memasak :
    1.  Goreng sayap ayam hingga kuning keemasan
    2.  Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum
    3.  Masukkan sayap ayam yang telah digoreng, tambahkan kecap manis dan saus tiram.  Aduk rata dan masak hingga bumbu meresap
    4.  Sayap ayam siap dihidangkan

Mudah sekali khan? Oh ya, tak perlu menambahkan garam  lagi ya, karena sayap ayamnya sendiri sudah cukup berbumbu.

Untuk sayurannya, saya juga memilih yang praktis.  Bening bayam, campur jagung manis dan wortel.  Ou, Prema juga suka sekali makan kencur, jadi setiap kali membuat sayur bening, saya pasti menambahkan kencur kedalamnya.  Selain aromanya yang wangi, kencur juga termasuk tanaman obat untuk mencegah batuk.





    Kalau sudah begini, dijamin deh, Prema akan makan dengan lahap.  Tak lupa, buah sebagai pelengkapnya.  Kali ini saya memilih jeruk.  Wah makin segar deh rasanya.  
  
    Tentu saja, masih banyak kreasi menu pirin gizi seimbang lainnya.  Sajian ini hanya salah satu contoh mengatur komposisi makanan untuk keluarga tercinta.  Karena  makanan yang sehat akan menghasilkan jiwa yang kuat, penuh semangat dan berenergi.


Yang pasti, sejak berkenalan dengan So Good, saya tak lagi galau akan ketersediaan protein hewani untuk diolah di dapur mungil saya.  Nah, kalau teman-teman, SO GOOD nya dimasak apa? 


#BPNxSoGoodPiringGiziSeimbang


No comments:

Post a Comment