Search This Blog

Friday, February 12, 2021

Kental Manis Bukan Susu, Pahami Aturan Pakainya

 


“Sudah minum sejak umur satu tahun,”

“Oh sejak kecil.  Karena ASI saya sedikit, jadi dedek saya kasi susu kental manis,”

“Harganya murah,”

“Kirain semua susu sama aja,”

Rasanya kita cukup familiar ya  dengan petikan percakapan di atas.  Jawaban dari beberapa ibu saat ditanya apakah anaknya mengkonsumsi kental manis.  Beberapa kali saya bahkan mengalaminya langsung ketika berbincang dengan beberapa orang tua di sekitar tempat tinggal kami di Bogor.  Saya juga melihat langsung bagaimana para ibu membuatkan kental manis sebagai konsumsi utama anak-anaknya yang masih di usia balita.

Saya sempat ngobrol santai juga juga dengan pengelola posyandu di perumahan kami.  Yang bikin terkejut sekaligus miris, mereka malah tidak tahu kalau kental manis bukan susu.  Bahkan berbahaya jika dikonsumsi oleh balita dan anak-anak terutama dalam jumlah berlebih dan terus menerus.

Meski begitu, saya cukup tahu diri.  Saya juga tumbuh besar bersama kental manis.  Masih lekat dalam ingatan di masa sekolah dulu, medio 80an-90an, setiap pagi tersaji susu di meja makan.  Susu yang dicairkan dari kental manis, yang bahkan oleh ibu masih ditambah gula lalu diseduh dengan air panas.  Ya, pada masa itu susu bubuk adalah barang mewah.  Bapak yang pegawai negeri dapat jatah beras, gula dan susu dari kantor setiap bulan.  Itulah yang kami konsumsi.  Setiap hari.  Bahkan tak jarang dua kali sehari, termasuk malam sebelum tidur.

Realita di tengah masyarakat

Minum susu adalah kemewahan pada masa itu.  Rasanya bahagia sekali bisa minum susu setiap hari.  Selain untuk minuman, kental manis juga menjadi pelengkap aneka penganan buatan itu.  Puding, roti, cake, es buah dll.  Kami menikmatinya dengan bahagia.  Penganan yang diberi kental manis rasanya nikmat sekali.

Bertahun kemudian terutama ketika mulai mengandung, saya membaca beberapa literatur.  Saya mencari tahu produk susu bayi terbaik.  Meski akhirnya saya memutuskan memberi ASI eksklusif dan tetap ASI hingga usia 2 tahun tanpa susu tambahan, tapi dari pencarian ini saya jadi tahu bahwa kental manis sangat tidak direkomendasikan untuk anak dan balita.   Selanjutnya saya  dikejutkan dengan pernyataan BPOM bahwa “Kental Manis Bukan Susu”

SKM Adalah Produk Dengan Kandungan Susu

Sehari-hari kita sering menemukan makanan/minuman yang dalam pembuatannya diberi tambahan susu.  Meski begitu, namanya menyesuaikan dengan jenis penganan tersebut.  Bukan mengedepankan kata susu yang kandungan didalamnya sangat sedikit, hanya sebagai bahan tambahan, penguat rasa dan sejenisnya.

Di sinilah salah kaprah si kental manis.  Sejak awal diperkenalkan ke publik sebagai Susu Kental Manis, padahal kandungan susunya sedikit sekali.  Justru kandungan gulanya mencapai 40-50%.  Karena kandungan gulanya yang tinggi, pada umumnya kental manis mengandung 62 kalori yang merupakan campuran antara padatan susu dan gula.  Masih ditambah kandungan lemak jenuh dari susu yang cukup tinggi, rata-rata mencapai 2 gr setiap 1 sendok makan. 

Sehingga jelas, SKM hanya produk dengan kandungan susu.  Bukan susu yang sebenarnya.  Sama dengan makanan/minuman lainnya yang dibuat dengan tambahan susu pada salah satu bahannya. SKM dibuat untuk campuran makanan, bukan untuk susu pertumbuhan.

Karakteristik jenis SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen dan kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen (untuk plain). Susu kental dan analog lainnya memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda, namun seluruh produk susu kental dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi.

Dengan kandungan gulanya yang begitu tinggi, kental manis tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak dan balita terutama dalam jumlah yang banyak dan rutin apalagi digunakan sebagai susu pertumbuhan atau pengganti makanan/minuman utama.  Kandungan gulanya yang tinggi dapat beresiko menyebabkan diabetes dan obesitas serta menghambat penyerapan nutrisi lainnya yang dalam jangka panjang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.


Sinergi Untuk Edukasi Informasi yang Benar

Berangkat dari sini, BPOM kemudian mengeluarkan aturan mengenai kental manis melalui peraturan BPOM No.31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.  Setidaknya ada 4 poin penting dalam edaran tersebut antara lain: 

1.  Dilarang menampilkan anak di bawah  5 tahun dalam bentuk apapun 

2.  Dilarang menggunakan visualisasi bahwa susu kental dan analognya kategori pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi.   Produk susu lain antara lain susu sapi/susu dipasteurisasi/susu disteriliasi/susu formula/susu pertumbuhan

3.  Dilarang menggunakan visualisasi gambar, susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman

4.  Khusus untuk iklan pada media elektronik, dilarang ditayangkan pada jam tayang untuk anak-anak.

Tenggat waktu bagi produsen untuk dapat mengikuti aturan ini akan berakhir pada April mendatang  dengan harapan para produsen dapat menerapkan hal-hal yang telah diatur tersebut dengan baik terutama mengenai iklan dan promosi ke masyarakat.

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti diskusi tentang hal ini bersama Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS),  Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan Badan Pengawasan Periklanan (BPP).  Diskusi yang menarik dan membuka mata banget tentang realita yang terjadi di masyarakat dan temuan-temuan pelanggaran tentang iklan produk kental manis baik di media cetak maupun elektronik yang belum sesuai dengan ketentuan BPOM

Tiga tuntutan Kopmas 

Pemaparan yang disampaikan dalam diskusi sungguh mencengangkan.  Ternyata, masih banyak pelanggaran yang ditemukan, padahal tenggat waktu penerapan aturan ini tinggal 2 bulan lagi.  Pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah melibatkan anak dalam berbagai iklan produk kental manis.  Hadirnya anak dalam promosi, secara tidak langsung membuat persepsi di masyarakat bahwa kental manis aman dikonsumsi oleh anak-anak.  Tak usah jauh-jauh, anak saya Prema (10 tahun) saja berpikiran begitu saat melihat iklannya.  Apalagi jingle iklannya yang memang dibuat menarik, mudah terekam dalam benak sehingga tak heran banyak yang menyanyikannya. 

Selain itu, para produsen juga makin kreatif dengan menyisipkan promosi dalam bentuk “soft selling”. Melalui berbagai program dan kegiatan.  Bisa menjadi sponsor acara yang secara langsung melibatkan masyarakat, lewat film/sinetron, tayangan acara memasak, resep-resep yang bertebaran di media sosial hingga memanfaatkan jasa influencer, blogger, vlogger dll.  Lebih jauh lagi, salah satu produsen kental manis bahkan melakukan inovasi dengan memproduksi kental manis dalam bentuk bubuk.  Padahal kandungannya tidak jauh dari kental manis pendahulunya.      

Kalau boleh saya katakan, ini adalah “dosa bersama”

Sejak dulu, iklan SKM melibatkan anak-anak

Dosa yang bertumpuk puluhan tahun dan melibatkan banyak pihak.  Tak mudah pastinya meluruskan ini. Apalagi ditambah dengan rendahnya literasi masyarakat Indonesia.  Tak banyak konsumen yang benar-benar membaca kandungan setiap produk yang dibeli.  Jangankan baca kandungan produk, tanggal kadaluarsa saja sering terlewatkan, kok.  Adalah tugas kita bersama untuk bersinergi mengedukasi  masyarakat agar mendapatkan informasi yang benar.  Selain itu, pemerintah juga harus tegas mengambil keputusan hingga memberi sanksi bagi pihak-pihak yang melanggar peraturan.  

Jalan Panjang Menuju Edukasi Publik Untuk Generasi Unggul

Sebenarnya, sebuah iklan akan melalui proses panjang sebelum akhirnya ditayangkan.  Bahwa masih saja “kecolongan” di beberapa bagian, tugas kita bersama melakukan evaluasi.  Yang lebih sulit tentunya iklan-iklan yang secara langsung, melalui media sosial misalnya.  Tidak perlu melewati BPP,  sehingga celah miss informasi sangat besar di sini.   Semoga semua pihak bisa bergerak bersama untuk memperbaiki kesalahpahaman puluhan tahun ini.

Jalan panjang sebuah iklan

Terkait konsumsinya, BPOM menyarankan agar kental manis hanya digunakan sebagai topping, bahan campuran dan tambahan rasa pada makanan/minuman.  Bukan sebagai sumber nutrisi utama.

Momen jelang hari raya adalah masa-masa kritis yang perlu diwaspadai.  Televisi dan kanal-kanal video biasanya dibanjiri iklan kental manis.  Olahan berbagai jenis makanan/minuman dengan kental manis hadir menggugah selera. 

Harapan saya, untuk mengimbangi banjir promosi tersebut juga dihadirkan iklan-iklan layanan masyarakat dari pemerintah dan pihak terkait terutama tentang tata cara konsumsi kental manis yang baik dan benar serta pemanfaatannya dalam olahan makanan dan minuman.

Semoga semua pihak dapat membuat keputusan bijak agar tak makin menjerumuskan masyarakat dalam kesalahan persepsi.  Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan generasi unggul di masa depan.  Investasi kesehatan dari sekarang, untuk Indonesia yang lebih baik.

Semangaaaaat

 

Salam

Arni

25 comments:

  1. Informasi yang bermanfaat. Jadi tahu tentang Susu Kental Manis yang ternyata kandungan gizinya berbeda dengan susu asli.

    ReplyDelete
  2. Aku termasuk generasi yang tumbuh dari iklan skm ini, kak. Karena dulu pun kupikir skm itu ya susu dengan harga murah. Pas udah mulai muncul berita mengenai skm bukan susu. Auto keingetan dulu rajin banget minum skm ini

    ReplyDelete
  3. Kandungan gulanya cukup tinggi ya. Dulu sering lihat iklan SKM beserta dedek yang minum susu tersebut lo. Ternyata oleh BPOM sudah diberi arahan khusus untuk pembuatan iklan. Meskipun begitu realitasnya memang masih banyak yang menganggap SKM itu susu nan penuh gizi, hehe.

    ReplyDelete
  4. Duh ini ya edukasi yang harus terus menerus deh karena kan sikonnya dulu juga beda dengan sekarang. Sesuatu yang udah melekat erat di benak kadang sulit dilepaskan tapi justru akan diturunkan...semoga saat ini masyarakat bisa lebih cerdas ya

    ReplyDelete
  5. penting nih buat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat kalo kental manis itu bukan susu ya,

    ReplyDelete
  6. Setiap hari harus bebenah diri agar bisa memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan termasuk SKM .

    Mpo suka puding susu

    ReplyDelete
  7. Iya nih banyak yg keliru memberikan SKM sebgai susu kepada anak2nya padahal kandungannya lbih bnyak gula yg brakibat fatal klo dikonsumsi smp mereka besar

    ReplyDelete
  8. Baru-baru ini ya, namanya berubah menjadi kental manis. Dahulu memang dikenal sebagai susu. Bahkan ada kebanggaan bagi anak-anak kelas menengah kebawah jika bisa meminumnya. Beruntung para pemerhati kesehatan memberikan kritikan terhadap itu.

    ReplyDelete
  9. miris ya Kak, kalau masih ada yang belum paham dengan SKM ini bukan susu apalagi kalau dikasih ke anak-anak (apalagi balita) sebagai pengganti susu, hikks.
    iklan masa lalunya SKM itu malah susu tuk balita ya Kak judulnya, huhuhuh

    ReplyDelete
  10. Dulu waktu saya kecil, sering minum susu kental manis. Karena orang tua gak paham, jadi ya saa sering dikasih tuh. Antara tahun 1990-an deh. Waktu itu kan media belum populer seperti sekarang.

    Nah sekarang saya belinya susu cair kayak Ultra Jaya, Indomilk atau Frisian Flag untuk anak-anak saya. Gak pernah beli susu kental manis lagi, kecuali untuk topping

    ReplyDelete
  11. Iyaloh, ni masih banyak banget yang salah kaprah soal susu untuk anak, ya masa di kasih SKM, yang jelas-jelas bukan susu, SKM mah harusnya iklannya tuh untuk topping makanan untuk bikin kue yaaa, jangan dibuat seolah minum susu

    ReplyDelete
  12. masyarakat ga nyangka ya sekarang "susu" kental manis mulai diluruskan pengertian tentang susu atau bukan susu.
    masih inget Marjan mengeluarkan sirop dengan kandungan susu, tapi tetep aja namanya sirop,

    ReplyDelete
  13. Bener kak, SKM ini bukan susu. Saya suka menyebutnya krimer kental manis.
    Tapi di lapangan, nyatanya banyak ibu yang sudah tau. Tapi terpaksa menutup mata karena gak sanggup beli susu formula. Jadi di pikiran ibu tersebut, biarlah daripada gak minum susu sama sekali. Meski sebenarnya ini salah kaprah.

    ReplyDelete
  14. Yang jelas kental manis itu kandungan gulanya sangat tinggi. Jadi ya cocoknya buat bahan panganan saja, misalnya bikin roti atau puding. Kalo buat konsumsi yang menyerupai susu pertumbuhan untuk anak itu mah salah kaprah ya.

    ReplyDelete
  15. lah iya benar SKM dak cocok untuk di minum cocok untuk sebagai pelengkap aja khawatirnya nanti terjadi stunting pada anak

    ReplyDelete
  16. Wah, baru tau peraturan iklan SKM ini. Hm, ternyata memang ada kekhawatiran yang bisa ditimbulkan dari SKM ini ya. Wah, ilmu baru penting banget ini...

    ReplyDelete
  17. Wah baru tahu kalau kental manis bukan susu. saya masih suka ngasih anak saya susu kental manis indomilk soalnya. salah dong ya saya. huaaa pengetahuan banget nih.makasih sharingnya kak,

    ReplyDelete
  18. Oke, informasi yang sangat berguna tentang susu. Tapi, sekadar saran, untuk penulisan, spasinya jangan terlalu lebar. Ini beberapa kali saya lihat, setelah titik, spasinya dua. Cukup satu saja, agar tidak terlihat lebih jarang. Begitu saja ya.

    ReplyDelete
  19. hihi saya juga tumbuh bersama SKM ini. Selalu di seduh dengan air hangat, nggak pernah di pakai untuk topping. Setelah dewasa baru ngerti, ternyata makan roti tawar di kasih SKM itu rasanya enak, dan memang itulah fungsinya, bukan untuk di minum

    ReplyDelete
  20. wah bermanfaat sekali kak artikelnya, aku baru tau kental manis punya nutrisi sendiri dan beda dengan susu lainnya, emnag kebiasaan sih sering kalo beli tu lewat aja bagian nutrisinya, semoga kita bisa jadi pembeli yang cerdas kedepannya ya

    ReplyDelete
  21. Dari saya kecil image kental manis adalah susu, bahkan ibu saya membuatnya rutin. Katanya biar anaknya sehat dan pinter. Ternyata hal demikian tidak benar, saya sadari setelah punya anak :)

    ReplyDelete
  22. Aduh, dulu saya juga sering minum susu kental manis dengan diseduh. Tapi memang zaman dulu belum berkembang media sosial seperti sekarang, makanya masyarakat nyaris tidak ada yang tau "tipuan" dalam branding susu kental manis ini. Kalau sekarang namanya sudah ganti jadi krimer kental manis ya, kalau gak salah

    ReplyDelete
  23. gemes ya namanya dari dulu tuh bilangnya SKM susu kental manis. padahal kental manis rasa susu. aku jg sering nemuin anak2 minum ini sbg nutrisi utamanya huhu, padahal kandungan gulanya bikin nangis ya.semoga semakin sadar kalau SKM ini bukan susu

    ReplyDelete
  24. Saya pun baru tahu kalau SKM itu BUKAN SUSU setelah ikut beberapa kali acara yg bahas soal susu. Sekarang juga iklan SKM agak mendingan sih, nggak ada adegan nuangin ke gelas dan campur air.

    ReplyDelete